"rasa cinta dan bahagiaku tidak akan pudar sampai jiwa raga ini akan terangkatkan", kata-kata itu akan selalu aku pegang. aku ingat berapa banyak cerita dan berita yang kaliian sajikan kepadaku menjadi bahan pelajaran hidupku, dari aku kecil hingga aku kini aku remaja kini. berapa banyak pengalaman hidupmu kau berikan kepada menjadi pengetahuan hidup dan jalanku. rasa ini bukan lagi sebagai bayangan ilusi tapi kenyataan dan tantangan. hingga aku sanggup menjalaninya, cerita yang kau sajikan ke dalam jiwaku ini, kau berikan dengan tabahnya dan ikhlas, tapi rasa ikhlasmu itu tidak pernah padam walau terkadang aku begitu kasar terhadapmu, kini, rasa sesal rasanya terpendam di raga menjadikan virus rasa sesal dan takut di tubuh.
jalan demi jalan, kau temaniku melangkah, hingga kau memberiku jawaban yang benar. jalan itu akan menjadi pangkuanku masa nanti, dan akan aku pergunakan. dengan rasa cintamu yang besar itu, membuat rasa cintaku tidak aka pernah padam dan pudar. cintamu dan sabarmu bukan seperti sebuah kain bergambar yang memudar. karena aku sangat yakin rasa sayangmu itu adalah untukku. kau tabah, kau rela menjatuhkan kristal-kristal halus membasahi wajahmu dengan tangan halus memelukku, hangat terasa hingga di dalam jiwaku. tenang yang beradu dengan sayang cintaku. kesabaran engkau sangat berarti bagiku...
"kau bukan bagaikan angin tornado yang menkutkan, melaikan angin lembut sayangmu dengan pelukan hangat... cintamu bukan hanya dengan rangkaian bunga rose, tetapi dengan hati ikhlasmu kau berikan... senyumanmu bukan datang dari canda dan tawa, melainkan tersenyum melihatku berada bersama kalian dan bersatu untuk selamanya. jasamu tidak akan pernah ku lupakan cintamu danikhlasmu serta sabarmu akan ku ukir terus di permadani terbangku."
Kamis, 12 Mei 2011
kesabaran ayah dan bunda adalah rasa cinta dan sayangku
Diposting oleh ationanca di 06.46
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar